• Pemandian Mata Air Sodong

  • Taman Buah Mekarsari

  • Jalanan Rusak Parah, Cileungsi Seperti Kubangan

Jumat, 26 Juni 2015

Wakil Ketua Ormas Pemuda Pancasila Bogor : Itu Oknum



Wakil Ketua Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Bogor, Zulkifli mengaku tidak mengetahui aksi Ormas Pemuda Pancasila yang menyerang buruh PT Voksel Elektrik Tbk, yang sedang melakukan unjuk rasa di pabriknya, di Jalan Raya Narogong, Limus Nunggal, Cileungsi, Kabupaten Bogor. Akibat serangan itu puluhan buruh mengalami luka-luka.

Baca selengkapnya . . .

Jalan Raya Transyogi Cibubur - Cileungsi Jadi Hutan Spanduk



Jalan Raya Trasyogi Cibubur - Cileungsi dipenuhi dengan spanduk promosi dan baliho yang sangat menggangu pemandangan. Tak cuma itu, spanduk dan baliho yang terpasanga melintang di atas jalan tersebut sangat mebahayakan pengguna jalan, karena sering kali copot dan jatuh.

Baca selengkapnya . . .

Kamis, 25 Juni 2015

Buruh PT Voksel Electric Yang Sedang Unjuk Rasa Diserang Ormas Pemuda Pancasila



Puluhan buruh PT Voksel Elektrik Tbk, di Jalan Raya Narogong, Limus Nunggal, Cileungsi, Kabupaten Bogor, terluka akibat serangan ormas Pemuda Pancasila (25/06/2015). Peristiwa ini terjadi saat buruh PT Voksel Electric melakukan unjuk rasa untuk menuntuk hak-hak mereka.

Di tengah aksi demo buruh tersebut, tiba-tiba datang rombongan ormas berseragam Pemuda Pancasila yang membawa pentungan bambu dan senjata tajam. Anggota ormas langsung melempari buruh dengan batu dan pukulan dengan tongkat bambu.

Baca selengkapnya . . .

Sabtu, 20 Juni 2015

Bulan Ramadhan Masih Banyak PSK Cileungsi Mangkal

PSK Cileungsi

Ketua Majelis Ulama Indonesia MUI Kecamatan Cileungsi, Kiyai Aos Firdaus, merasa kecolongan dengan masih beroperasinya warung esek-esek di Blok Anggrek, Desa Limusnunggal, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor. Padahal ia mengaku selalu memasang orang-orang untuk memantau kegiatan warung esek-esek yang ada di wilayahnya.

Baca selengkapnya . . .

Selasa, 16 Juni 2015

Terminal Cileungsi Kumuh Dan Tak Terawat



Keberadaan terminal Cileungsi banyak dikeluhkan warga. Tak jarang calon penumpang dan sopir kendaraan angkutan kota malas memasukan kendaraannya kedalam terminal terbesar di Kabupaten Bogor bagian timur ini.

Disamping sering terkena macet berlama-lama, kebersihan dan perawatan terminal pun sangat kurang. Meski pun tidak hujan, kubangan air pun terlihat disekitar terminal, kotor dan jamur menghiasi tempat shelter bus antar kota.

Hal tersebut membuat para penumpang tak nyaman, seperti yang diutarakan marni (40) warga Bekasi yang hendak pulang kampung ke daerah Jawa Timur. "Menjijikan disana sini banyak kubangan air seperti air comberan yang hijau berlumut. Ini terminal besar kok seperti ini ya. Tidak ada perawatan sama sekali," kata Marni.

Hal yang sama diucapkan, Pardi, pengemudi angkutan kota jurusan Kampung Rambutan Cileungsi. Para pengemudi mengaku enggan memasuki terminal karena melihat kondisi didalamnya yang semrawut.

"Saya kadang males pak masuk ke terminal karena kondisinya seperti ini. Sudah mau masuk kena macet keluar terminal juga macet, dalamnya kumuh. pengelola terminal harusnya perhatiin perawatan terminal dan fasilitasnya jangan hanya mencari keuntungan semata dari retribusi masuk terminal. Gimana angkutan kota mau betah ngetem disini kebersihanya saja tidak terjaga," katanya.

Sumber : HeiBogor
Baca selengkapnya . . .

Lokalisasi Limusnunggal Sulit Diberantas Karena "Kebal Hukum"

Keberadaan tempat prostitusi di Desa Limusnunggal, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, dinilai warga kebal hukum. Bahkan warga menuding adanya para oknum yang melindungi tempat maksiat terbesar di Kabupaten Bogor bagian timur tersebut.

Keberadaan tempat maksiat di empat wilayah di antaranya lokasi bernama di Pule, Coklat, UPS dan Anggrek sudah berlangsung selama puluhan tahun. Namun, keberadaannya seakan tak pernah tersentuh petugas penegak peraturan daerah seperti Satuan Polisi Pamong Praja.

"Beberapa kali Satpol PP Kabupaten Bogor menggusur dan merazia tempat maksiat ini, namun seakan penertiban tersebut hanya formalitas saja. Pagi digusur malam sudah berdiri lagi", ujar tokoh agama Desa Limusnunggal, Kiai Sarta Ahmad.

Ia menjelaskan, setiap kali adanya razia, warung-warung penjaja seks menutup tempat usahanya. Ia menduga adanya keterlibatan oknum yang bermain di situ. Seperti pada Jumat (12/6) malam. Terlihat ketidakseriusan para aparat terkait dalam pemberantasan maksiat di tempat itu.

"Siapkan petugas untuk jaga di sana. Tangkap mucikari dan PSK-nya agar mereka tidak buka lagi. Ini razia hanya datang saja ke lokasi melihat warung pada tutup pergi lagi dengan alasan bocor, nah siapa yang membocorkannya. Kalau bukan yang ikut merazia. Ini bukan baru pertama kali terjadi", kata Ahmad kesal. Ditambahkannya, ketika warga melakukan aksi usir jablay yang dikawal Muspika dan Satpol PP pun sama saja, warung-warung tutup dan kosong.

Hal yang sama diungkapkan Sekjen Forum Umat Islam (FUI), Agus. Ia menyatakan keberadaan sarana maksiat di Desa Limusnunggal, Kecamatan Cileungsi, bukan hanya meresahkan warga, namun pihaknya pun bingung dalam melakukan aksi selalu dinilai salah oleh pihak berwenang. Tetapi jika ada petugas yang berwenang merazia selalu dikatakan bocor.

"Ya kami hanya meminta menjelang puasa ini daerah kami bebas dari kemaksiatan. Apabila di bulan puasa nanti masih ada ya jangan salahkan masyarakat jika bertindak sendiri", ujar Agus.

Sumber : Metropolitan
Baca selengkapnya . . .

Camat Cileungsi Himbau Tempat Hiburan Tutup Selama Bulan Puasa



Camat Cileungsi, Ade Yana Mulyana menghimbau kepada para pemilik dan pengelola hotel, cafe, panti pijat, dan tempat hiburan untuk tidak melakukan aktifitas selama bulan suci ramadhan. Hal ini untuk menghormati bulan suci ramadhan yang sebentar lagi tiba.

"Kami himbau agar semua mentaati Surat Edaran dari Pemerintah Kabupaten Bogor", ujarnya.

Selain himbauan tersebut, Surat Edaran juga meminta kepada kepada para pemilik restoran, rumah makan, dan warung untuk tidak melaksanakan kegiatan usahanya dari pagi hingga pukul 16.00 WIB.

"Marilah kita bersama-sama saling menjaga situasi serta saling menghormati, khususnya mereka yang beragama non muslim. Sehingga kita bisa menjalankan ibadah puasa lebih khusyuk", pintanya.

Sumber : TransBogor

Baca selengkapnya . . .